info LINGKUNGAN
Kliping Internet (0025)
Jumat, 14 Agustus 2009
BISAKAH BANTEN BEBAS BANJIR ?
Seolah sudah menjadi tradisi, setiap tahun beberapa wilayah di Propinsi Banten digenangi air secara berlimpah. Air memang diperlukan dan sangat vital bagi kehidupan manusia, tetapi kalau kuantitasnya berlebih, maka jadilah bencana berupa banjir. Banjir dapat menghanyutkan harta dan jiwa, melumpuhkan perekonomian, bahkan melenyapkan perkampungan atau perkotaan. Untuk awal tahun 2007 ini, Kecamatan Karang Tengah dan Ciledug Kota Tengarang, merupakan wilayah paling parah dilanda banjir.
Dalam sejarah umat manusia, banjir memang sudah menjadi bagian dari peradaban, misalnya bagaimana umat Nabi Nuh AS dihantam air bah, sehingga seluruh negeri porak poranda, sebuah kebudayaan yang tua bisa musnah. Manusia belajar dari pengalaman dan lingkungannya, maka munculah pemikiran dan upaya-upaya untuk mengendalikan banjir, seperti pembuatan bendungan Aswan di daerah aliran Sungai Nil ribuan tahun yang lalu. Begitu pula upaya reklamasi pantai yang dilakukan di Negara Belanda dan Singapura.
Pada`dasarnya upaya menghalau kelebihan air sudah dilakukan di banyak negara. Hal itu sebagai bagian dari kemampuan adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Bagaimanapun manusia pada umumnya adalah mahluk yang hidup di daratan, bukan di perairan. Dalam kondisi kebanjiran seperti saat sekarang, sudah tentu menyebabkan berbagai aktivitas manusia menjadi lumpuh. Manusia menjadi menderita, bahkan terancam keselamatan jiwanya, mengingat munculnya beragam penyakit sebagai dampak samping dari perubahan habitat yang lebih didominasi air.
Tiga Jenis Banjir
Banjir yang dapat melanda sebuah kawasan, pada dasarnya dikelompokkan menjadi tiga jenis: Pertama, banjir yang disebabkan curah hujan yang jauh di atas normal. Setiap daerah biasanya memiliki curah hujan tertentu, yang sering dapat diprediksi besarannya, yaitu dengan mengacu pada curah hujan beberapa tahun sebelumnya. Tetapi kerusakan iklim secara global seperti pemanasan global, menyebabkan curah hujan tidak menentu dan sulit diprediksi.
Adanya kerusakan iklim global menyebabkan siklus air menjadi kacau, pada musim kemarau terjadi secara berkepanjangan, sehingga air menjadi sangat sulit diperoleh. Sebaliknya, pada musim hujan air tercurah secara berlebihan, sehingga sarana drainase tidak mampu lagi mengendalikan kelebihan air.
Padahal, hampir semua perkotaan di Indonesia tidak memiliki sarana drainase yang memadai. Jakarta, sebagai pusat pemerintahan RI pun, ternyata tidak dilengkapi sarana drainase yang layak. Apalagi kota-kota yang ada di Propinsi Banten, seperti Serang, Tangerang, Serpong, Ciputat, Cilegon, Pandeglang dan Rangkas, nyaris tidak dilengkapi fasilitas pengendali banjir yang handal.
Kedua, banjir bandang yang disebabkan kiriman dari daerah aliran sungai bagian hulu, yang terdapat di dataran lebih tinggi atau pegunungan. Kerusakan ekosistem bagian hulu sungai, terutama akibat penebangan hutan secara berlebihan, menyebabkan kemampuan menyerap air menjadi berkurang. Kelebihan air ini selanjutnya dialirkan melalui sungai, yang kapasitas tampungnya juga makin menyusut, karena erosi dari pegunungan menyebabkan penumpukan sediman dibadan sungai. Pada akhirnya terjadilah luapan air yang begitu fantastis di bagian hilir.
Sungai Cisadane yang berhulu di kawasan Gunung Salak Kabupaten Bogor, bisa menimbulkan banjir bandang di bagian hilir, yang merupakan wilayah Kota dan Kabupaten Tangerang. Kabupaten Serang pun tidak luput dari ancaman banjir bandang, karena daerah ini menjadi bagian hilir dari beberapa sungai yang berhulu di Gunung Karang, seperti Sungai Cibanten dan Cikamayungan berikut anak-anak sungainya.
Ketiga, banjir yang berasal dari luapan air laut, bisa dalam bentuk Tsunami atau gelombang-gelombang lebih kecil, yang menghantarkan masuknya air laut ke daratan. Hal tersebut dapat mengakibatkan abrasi, yaitu pengikisan tepian daratan, sehingga garis pantai terus menjorok ke dalam. Selain itu mengakibatkan intruisi, yaitu masuknya air laut ke dalam air bawah tanah, sehingga sumur-sumur di kawasan pesisir menjadi asin, karena percampuran air laut dan air tawar. Beberapa kota di Banten yang rawan banjir jenis ini antara lain Bayah, Sumur, Panimbang, Labuan, Carita, Merak, Banten Lama, Mauk dan Kosambi.
Obsesi Bebas Banjir
Bisakah Banten bebas banjir ? Hal itu menjadi obsesi seluruh warga Banten. Tapi kalau benar-benar bebas banjir tentu saja tidak mungkin, yang perlu dilakukan ialah meminimalkan dampak banjir dengan cara mengelola berbagai penyebabnya.
Banjir yang disebabkan curah hujan yang berlebihan, dampaknya bisa diminimalisir dengan pembangunan sarana drainase yang memadai. Sebagai contoh, dalam Rencana Umum Tata Ruang (RUTR) Kota Serang yang akan segera terbentuk, perlu ditambah dengan rencana pembangunan kanal banjir dan waduk-waduk penampung kelebihan air. Selain itu, gerakan sungai bersih perlu dijadikan budaya masyarakat, kalau perlu dibuat Peraturan Daerah (Perda) mengenai Perlindungan Daerah Aliran Sungai. Kebiasaan membuang sampah di sungai perlu diatasi dengan sanksi yang tegas.
Untuk meredam dampak banjir bandang, ialah melalui reboisasi di kawasan hulu. Hutan-hutan yang sebagian besar sudah dalam kondisi gundul dan kritis, perlu segera dihijaukan kembali. Masyarakat yang berada di bagian hulu sungai, perlu ditingkatkan kesejahteraannya, misalnya melalui pengembangan agribisnis. Hal ini untuk mengurangi ketergantungan mereka terhadap penjualan hasil-hasil hutan, terutama kayu. Di sisi lainnya di luar kawasan hutan, baik pedesaan atau perkotaan perlu dilakukan penghijauan. Kalau perlu setiap kota memiliki Kebun Raya seperti di Kota Bogor.
Pengelolaan banjir yang bersumber dari limpahan air laut, dapat dilakukan dengan reklamasi pantai. Secara fisik melalui pembangunan dam peredam hempasan gelombang lautan, sedangkan secara biologi dengan cara revitalisasi mangrove atau hutan pantai. Untuk pengelolaan pesisir, Propinsi Banten bisa belajar banyak dari Negara Belanda dan Singapura. (ATEP AFIA)
Sumber Gambar :
http://www.inilah.com/data/berita/foto/19028.jpg
Diposkan oleh Badag di 03:47
0 komentar:
Poskan Komentar
Link ke posting ini
Buat sebuah Link
Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka
Langgan: Poskan Komentar (Atom)
Arsip Blog
* ► 2010 (7)
o ► Maret (7)
+ Forest destruction and wildlife in Kalimantan
+ ISO 14001 Standard
+ Deforestation
+ Rainforest Destruction
+ tropical forest
+ air polution
+ Global Warming
* ▼ 2009 (18)
o ► Desember (9)
+ ISLAM DAN LINGKUNGAN HIDUP
+ LINGKUNGAN DAN KADAR IMAN KITA
+ AL- QURAN DAN HADIST TERBUKTI AMPUH MENJAGA KELEST...
+ KOMUNIKASI VISUAL SEBAGAI SEBAGAI ADVOKASI LINGKUN...
+ UNDANG UNDANG LINGKUNGAN HIDUP BARU, MENYAMBUT MEN...
+ MENTERI LINGKUNGAN HIDUP AKAN FOKUS KE HUTAN DAN T...
+ PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, LINGKUNGAN HIDUP DAN OT...
+ PELAKSANAAN DANA ALOKASI KHUSUS LINGKUNGAN HIDUP R...
+ APA KABAR UNDANG-UNDANG LINGKUNGAN ?
o ▼ Agustus (4)
+ SERAHKAN PENGELOLAAN SAMPAH KEPADA MASYARAKAT
+ MENGGAGAS KONSERVASI LINGKUNGAN HIDUP DI SOLO
+ BISAKAH BANTEN BEBAS BANJIR ?
+ SELAMATKAN HUTAN DI BANTEN
o ► Maret (5)
+ POLUSI UDARA DI KOTA BESAR
+ BEBERAPA ISTILAH ILMU LINGKUNGAN
+ ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)
+ MANAJEMEN BANJIR KAWASAN TANGERANG
+ EMPAT PROGRAM PENGELOLAAN BANJIR
Pengunjung
Live Traffic Feed
Tangerang, Jawa Barat arrived from google.co.id on "info LINGKUNGAN: BISAKAH BANTEN BEBAS BANJIR ?"
Jakarta, Jakarta Raya arrived from google.co.id on "info LINGKUNGAN: POLUSI UDARA DI KOTA BESAR"
Jakarta, Jakarta Raya left "info LINGKUNGAN: POLUSI UDARA DI KOTA BESAR" via antaranews.com
Jakarta, Jakarta Raya arrived from google.co.id on "info LINGKUNGAN: POLUSI UDARA DI KOTA BESAR"
Indonesia arrived from id.search.yahoo.com on "info LINGKUNGAN: ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)"
Jakarta, Jakarta Raya arrived on "info LINGKUNGAN: POLUSI UDARA DI KOTA BESAR"
Hesperia, Michigan arrived from dogpile.com on "info LINGKUNGAN: POLUSI UDARA DI KOTA BESAR"
Jakarta, Jakarta Raya arrived from google.co.id on "info LINGKUNGAN: PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN, LINGKUNGAN HIDUP DAN OTONOMI DAERAH"
Jakarta, Jakarta Raya arrived from google.co.id on "info LINGKUNGAN: Maret 2009"
Indonesia arrived from google.co.id on "info LINGKUNGAN: ANALISIS MENGENAI DAMPAK LINGKUNGAN (AMDAL)"
Watch in Real-Time
Options>>
∙ Change your Location
∙ Ignore my browser
∙ Live Traffic Map
∙ Popular Pages Today
[Click to Get Live Traffic for your Blog or Website]
Link Lingkungan
* Balai Teknologi Lingkungan BPPT
* Daftar LSM Lingkungan di Indonesia
* Dana Mitra Lingkungan
* GREENPEACE INTERNATIONAL
* Ikatan Ahli Lingkungan Hidup Indonesia
* Jaringan Pendidikan Lingkungan
* Lembaga riset dan pengembangan untuk lingkungan dan pembangunan - Lablink
* Live Science - Environment
* Mandalika Enviro Green
* Pekan Lingkungan Indonesia 2009
* Portal Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan
* Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
* Warta Bumi - ANTARA News
Environment
Environment
JS Nature Photos
http://www.youtube.com/watch?v=QiUJmqBb_Cs http://b.casalemedia.com/V2/67776/120586/index.html?g=&r=www.angelfire.com/mt/matrixs/website.htm
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Ramadhan Kita jalan Kan
Perjalanan Ke Yogyakarta Telah Beres Pada Bulan januari 2009
- Cha-cha
- Serang, Banten, Indonesia
- saya orangnya baek, jujur, dan rajin menabung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar